Penguasaan evaluasi sensorik merupakan keahlian penting yang wajib dimiliki oleh seorang barista. Banyak barista yang telah menguasai teknik tamping espresso kini mulai mendalami seni menguji kualitas rasa biji kopi. Uji cita rasa ini bertujuan untuk menilai karakter asli dari biji kopi secara objektif. Oleh karena itu, pemahaman tentang metode cupping kopi sangat dibutuhkan untuk menganalisis aroma, keasaman, dan ketebalan rasa seduhan.
Metode cupping menggunakan standar rasio dan suhu air yang ketat agar proses penilaian berjalan seragam. Melalui metode ini, barista dapat mendeteksi keunggulan maupun cacat rasa (defect) pada biji kopi. Jika Anda ingin melatih kepekaan indra pengecap dan penciuman secara profesional, mempelajari protokol cupping adalah kuncinya. Oleh sebab itu, mari kita bahas komponen dan langkah evaluasi rasa kopi secara mendalam.
4 Komponent Utama dalam Evaluasi Cupping Kopi
Barista perlu memahami indikator penilaian standar dari Specialty Coffee Association (SCA) saat melakukan uji rasa.
Beberapa komponen utama dalam prosedur cupping kopi meliputi:
-
Aroma Kering dan Basah (Fragrance/Aroma): Penilaian wangi bubuk kopi kering serta aroma yang terlepas saat air panas dituangkan.
-
Tingkat Keasaman (Acidity): Karakter keasaman alami yang memberikan kesegaran pada kopi, seperti rasa buah sitrus atau apel.
-
Ketebalan Rasa (Body/Mouthfeel): Sensasi tekstur cairan kopi saat menyentuh rongga mulut dan lidah.
-
Keseimbangan Rasa (Balance): Keharmonisan antara rasa manis, keasaman, dan kepahitan tanpa ada komponen yang mendominasi secara berlebih.
Cara Melakukan Cupping Kopi Sesuai Standar Barista

Penerapan langkah yang tertib memastikan setiap sampel kopi dinilai dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Berikut adalah panduan praktis untuk menjalankan proses cupping kopi:
-
Giling Biji Kopi Secara Kasar: Atur gilingan kopi pada tingkat medium-coarse dan masukkan 8.25 gram bubuk ke dalam mangkuk khusus.
-
Hirup Fragrance Bubuk Kering: Dekatkan hidung ke mangkuk untuk mencium aroma bubuk kopi sebelum disiram air panas.
-
Tuang Air Panas Suhu Presisi: Seduh dengan 150 ml air bersuhu 93°C, lalu diamkan selama 4 menit hingga terbentuk lapisan atas (crust).
-
Pecahkan Crust (Break the Crust): Gunakan sendok khusus untuk mendorong lapisan bubuk kopi sebanyak tiga kali sambil menghirup aromanya.
-
Seruput Kopi (Slurping): Bersihkan busa di permukaan, ambil cairan dengan sendok, lalu seruput dengan kuat agar cairan kopi menyebar ke seluruh permukaan lidah.
Kesimpulan
Memahami metode cupping kopi memberikan kemampuan analisis sensorik yang kuat bagi barista dalam menilai mutu biji kopi. Dengan menjalankan prosedur evaluasi rasa yang konsisten, Anda dapat mengenali profil cita rasa biji kopi secara mendalam. Oleh karena itu, mulailah melatih indra pengecap Anda melalui sesi cupping teratur di bar kopi Anda!
